Minggu, 22 Maret 2020

Mengenang 1997: Tahun Termanis Di Hidupku (Bagian 1)



Bisa dibilang dari semua tahun yang telah saya lalui, tahun 1997 adalah tahun yang selalu saya kenang sebagai yang termanis. Di tahun itu saya mengalami masa-masa yang merupakan terbaik dan terindah di dalam hidupku. Pada tahun itu saya merasakan bagaimana rasanya untuk pertama kalinya hidup bebas. Dan yang paling memotivasi saya untuk menulis memoir ini adalah di tahun ini juga saya merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta dan dekat dengan wanita idaman saya. Drama percintaan dan dinamika kehidupan pasca remaja yang saya alami waktu itu yang akhirnya menjadi basis dari kisah cerita saya ini.
Kisahnya dimulai di malam terakhir di tahun 1996. Sesuai tradisi keluarga, kami berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun bapak saya dan (almarhum) paman saya yang merupakan saudara kembarnya.  Hari ulang tahun mereka sebenarnya jatuh tanggal 30 Desember. Tapi agar pestanya lebih meriah, biasanya perayaannya diundur sehari agar bersamaan dengan perayaan Tahun Baru.
Pestanya benar-benar meriah! Kami semua menikmatinya karena kami makan enak bersama, dan bersenda gurau serta bertukar cerita satu sama lain. Acara ini adalah satu dari beberapa acara kumpul keluarga besar yang biasanya kami lakukan setiap tahun, selain kumpul Idul Fitri.


Foto ini aslinya difoto tahun 2007 silam, atau 10 tahun setelah cerita ini. Tapi anggota keluarganya masih relatif sama dengan tahun ini, kecuali yang anak-anak kecilnya belum ada.

Saat malam makin larut, beberapa anggota keluarga yang sudah letih pulang lebih awal. Tinggal orang tua dan adik-adik bapak saya dan istrinya yang masih tetap tinggal meneruskan acara, serta saya dan saudara saudari saya. Karena kami ingin menikmati tenangnya malam, pembicaraan kami menjadi lebih santai.
Di tengah-tengah percakapan kami, tiba-tiba dentang bel tengah malam berbunyi, dan acara kembang api di dekat rumah meletup dengan meriahnya menandakan awal tahun baru. Selamat Tahun Baru 1997!



Tiba-tiba saja salah satu bibi saya bangkit dari kursinya dan menyalami semua yang hadir, serta mengucapkan selamat Tahun Baru ke semua termasuk saya. Menurut saya ini agak aneh. Saya belum pernah melihat ini sebelumnya. Biasanya kami bersalam-salaman waktu perayaan Idul Fitri, tapi baru kali ini pas Tahun Baru.
Saya tidak menduga kalau jabat tangan ini ternyata adalah pertanda bahwa tahun baru ini akan menjadi tahun yang indah.  Dan memang tahun ini adalah tahun  periode pendewasaan, dan tahun dimana saya mengalami momen-momeng terindah yang pernah saya alami dalam hidup saya.
Pengalaman saya yang penuh warna di tahun yang paling baik di hidup saya ini yang memotivasi saya untuk menulis cerita ini.
Walaupun mungkin ada sedikit kesalahan dan detail yang terlewatkan (bagaimana saya bisa mengingat semua detail yang terjadi 23 tahun yang lalu dengan jelas?) cerita ini akan jadi cerita yang asyik untuk dibaca. Ceritanya bakal panjang, tapi mengasyikan!
Semua kisah, tempat, dan orang-orang yang akan dijelaskan di cerita ini adalah figure yang ada (atau pernah ada) di dunia nyata. Saya mengingat kebanyakan dari mereka dengan jelas, dan yang luar biasa masih saling kontak dengan sebagian dari mereka. Walaupun ada juga nama-nama orang yang saya lupa, karena itu nantinya ada nama yang saya kasih tanda bintang (*) untuk menandakan kalau nama yang digunakan adalah nama pengganti nama asli yang saya sudah tidak ingat lagi.
Tapi kembali ke Pesta Tahun Barunya, saat itu saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan saya….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar